Skip to main content
Berita Utama

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IX Tahun 2022

Dibaca: 3 Oleh 18 Okt 2022Tidak ada komentar
Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IX Tahun 2022
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba

ppsdm.bnn.go.id, Bogor – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia BNN RI kembali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN II) Angkatan IX sejak 7 Juni 2022 sampai 7 Oktober 2022 dengan metode blended learning. PKN II ini diikuti oleh 60 peserta dengan rincian 32 orang peserta dari BNN RI, 22 orang peserta dari Mabes Polri, 2 orang peserta dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, 2 orang peserta dari KPK, 1 orang dari Kejaksaan RI dan 1 orang dari Kementerian Sosial.

Pada 7 Oktober 2022 Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IX resmi di tutup oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Dr. Petrus R Golose, beserta Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama BNN RI serta dihadiri Deputi Penyelenggaraan Pengembangant Kompetensi LAN RI Dr. Basseng, M.Ed. dan juga tamu udangan dari Kementrian/Lembaga. Kegiatan ini bertempat di PPSDM BNN Lido, Bogor.

Sebelum acara pelepasan peserta PKN II Angkatan IX Tahun 2022 dimulai, Kepala BNN RI bersama seluruh undangan yang hadir berkeliling menyaksikan Expo Hasil Proyek Perubahan para peserta PKN II Angkatan IX.

Dalam acara pelepasan peserta, Kepala PPSDM BNN RI Sindhu Setiatmoko, S.E., M.M., dalam laporannya mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan PKN II Angkatan IX ini, dilakukan dengan metode dan tahapan sebagai berikut: pembelajaran klasikal tahap 1, pembelajaran mandiri, E-Learning, pembangunan komitmen bersama, pembelajaran klasikal tahap 2 dan dilanjutkan dengan Visitasi Kepemimpinan Nasional yang dilaksanakan di 2 wilayah yaitu Povinsi Jawa Timur dan Provinsi Kepulauan Riau, off campus II, dan pembelajaran klasikal III.

Sejalan dengan laporan tersebut, Deputi Penyelenggaraan Pengembangant Kompetensi LAN RI, Dr. Basseng, M.Ed., dalam sambutannya menyatakan bahwa Kepemimpinan Strategis penting dilaksanakan dikarenakan kondisi masyarakat saat ini sedang menghadapi realitas VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), yaitu kondisi yang labil dan berubah dengan sangat cepat, penuh ketidakpastian dan sulit memprediksi dengan akurat apa yang akan terjadi, tantangan menjadi lebih rumit karena multi faktor yang sangat terkait serta ketidakjelasan atas suatu kejadian. Oleh karena itu, diperlukan pemimpin yang mampu melakukan terobosan dan inovasi pelayanan publik yang lebih baik dan mencari langkah antisipatif apabila di kemudian hari terjadi hal-hal tak terduga.

Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN RI juga mengumumkan 5 besar dari peserta PKN II Angkatan IX ini, yaitu :

  1. Bina Ampera Bukit, M.Kes, dari BNN RI;
  2. Bogat Widyatmoko, S.E., MA., dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;
  3. Mungki Hadipratikto dari KPK;
  4. Muhammad Cholifihani, SE., MA. dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional; dan
  5. Elly Triana Dewy, S.H., M.H., dari Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Harapannya semoga alumni PKN Tingkat II Angkatan IX dapat melakukan terobosan pelayanan yang telah dilakukan bukan hanya sebatas sampai pada Seminar Proyek Perubahan di Kampus saja, tapi tugas terpenting selanjutnya adalah membuat stakeholders atau masyarakat menikmati pelayanan dan  menikmati hasil terobosan tersebut. Tugas kita menjamin terobosan yang kita lakukan dalam pelayanan publik benar-benar dirasakan masyarakat (delivered), bukan hanya menjamin pelayanan tersedia (sent).” Ujar Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi LAN RI.

Kepala BNN dalam sambutannya mengungkapkan bahwa para peserta benar-benar siap menjadi pemimpin di lingkungannya masing-masing. Tapi yang harus diingat selain belajar tentang kepemimpinan, tidak lupa bahwa para peserta juga adalah pengikut / follower dari suatu organisasi.

Kepala BNN RI juga mengungkapkan bahwa dirinya terharu kepada dr. Bina Ampera Bukit, M.Kes., sebagai perwakilan dari peserta membacakan Executive Summary Policy Brief yang didalamnya terdapat masukan yang bagus dalam membuat kebijakan-kebijakan. Kepala BNN menambahkan bahwa implementasi dari kebijakan jangan hanya bagus di Executive Summary tetapi juga bisa dilaksanakan di lingkungan kerja para peserta.

“Saya berterima kasih kepada LAN RI karena telah mencetak pemimpin – pemimpin yang bisa melakukan perubahan tentunya yang bisa dilaksanakan dalam organisasi yang saya pimpin dan secara tematik melakukan perang besar kita terhadap Narkotika. Narkotika lebih bahaya dari korupsi dan lebih berbahaya dari terorisme. Tadi sudah dipresentasikan tentang cooperation, tidak ada institusi yang bisa menyelesaikan masalah Narkotika sendiri, semuanya harus bersinergi”, ungkap Petrus R.Golose.

“Sekali lagi kepada Pak Sindhu dan para fasilitator yang luar biasa, saya ucapkan terima kasih dengan tempat kita yang terbatas tapi kita bisa mencetak pemimpin-pemimpin perubahan yang luar biasa”, ujar Kepala BNN RI

Menutup sambutannya, Kepala BNN RI mengungkapkan harapannya bahwa dengan adanya sekolah ini melalui pembelajaran, selain para peserta dapat menjadi pemimpin perubahan, Agent of Change, tetapi juga dapat menjadi agen-agen anti Narkotika. Kepala BNN RI percaya para peserta bisa menjadi agen perubahan dengan adanya pembelajaran yang sudah dilakukan.

 

PPSDM BNN :
Instagram : @ppsdmbnnri
Youtube : PPSDM BNN

#WarOnDrugs
#IndonesiaBersinar
#SpeedUpNeverLetUp

Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IX Tahun 2022 Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IX Tahun 2022 Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IX Tahun 2022 Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IX Tahun 2022

Kirim Tanggapan